www.daytekno.com – Belanja online sudah menjadi hal lumrah dikalangan masyarakat. Adanya raksasa Ecommerce seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, JD.id, dan lainnya membuka kesempatan untuk setiap orang mulai berjualan dengan platform tersebut. Dari prduk local sampai produk impor memenuhi etalase toko hampir disetiap ecommerce.

Beberapa barang seperti elektronik, tas , jam tangan semuanya berasal dari China. Bahkan dulu sempat trending dengan tagar #sellerasingbunuhUMKM#. Hal tersebut diawali karena adanya keresahan produk China yang akan merebut pangsa pasar di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena barang dari China yang sangat murah, sehingga para UMKM tidak bisa mengikuti persaingan tersebut.

Lantas kenapa bisa barang dari China tersebut sangat murah.? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini diantaranya

    Pabrik di China membuat volume barang yang banyak sehingga dapat menekan biaya produksi seminimal mungkin. Bayangkan saja di Indonesia harga jam tangan bisa mencapai ratusan ribu, tapi saat anda membuka situs seperti Tobao.com, 1688 harganya tidak samapai 30 ribuan.

    Negara China memiliki target untuk menjual sebuah produk di suatu Negara dibawah harga pasar pada Umumnya. Contoh harga pasaran Tas sekolah Di Indonesia adalah sekitar 70 Ribu sampai 150 ribu. Tapi, China dapat memproduksi tas dengan harga sekitar 20 sampai 40 ribu.

    Adanya kebijakan pajak dan bea cukai yang nol persen. Dimulai pada tahun 1985, sebagai cara untuk meningkatkan daya saing ekspornya dengan menghapuskan pajak berganda atas barang ekspor. Barang ekspor dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) nol persen , yang berarti mereka menikmati pembebasan PPN. Selain itu, produk konsumen dari China dibebaskan dari pajak impor. Tarif pajak yang lebih rendah ini membuat biaya produksi tetap rendah, memungkinkan negara menarik investor dan perusahaan yang ingin memproduksi barang murah.

    Upah Pekerja buruh yang sangat kecil. di Amerika Serikat ada undang-undang ketenagakerjaan yang mewajibkan para pekerja menerima setidaknya upah minimum. Sedangkan di China tidak seperti itu. Manufaktur di Barat diharapkan mematuhi pedoman dasar tertentu terkait dengan pekerja anak, tenaga kerja paksa, norma kesehatan dan keselamatan, undang-undang pengupahan, dan perlindungan lingkungan. Pabrik-pabrik China dikenal tidak mengikuti sebagian besar undang-undang dan pedoman ini. Tapi hal ini telah berubah berangsur membaik setelah serangkaian kematian ataupun protes demonstrasi yang mengungkap keadaan mengerikan pekerja china.Secara historis, pabrik-pabrik China telah mempekerjakan pekerja anak, memiliki jam kerja yang panjang, dan belum memberikan asuransi kompensasi kepada para pekerja .Beberapa pabrik bahkan memiliki kebijakan di mana para pekerja dibayar setahun sekali, sebuah strategi agar mereka tidak berhenti sebelum tahun berakhir

Dibalik produk harga yang murah. Ada beberapa permasalahan yang memang harus diperhatikan seperti kesejahteraan buruh di China. Semoga hal tersebut bisa diatasi dan dapat menjadi pembelajaran di Negeri kita bahwa “kemanusian berada diatas segalanya”.

Bagikan:
x