Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

www.daytekno.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/09/19/Ay6TmsFs/daihatsu-3a38.jpg”>

Bersamaan dengan Daihatsu Club Auto Clinic yang diadakan untuk kedua kalinya, Daihatsu menjelaskan tentang teknik pengereman mobil pada 80 peserta dari Klub MAXXIO (Gran max Luxio Club Indonesia), DAI (Daihatsu Ayla Indonesia), ZEC (Daihatsu Zebra Club) dan CALSIC (Calya Sigra Club) di Kerawang, Jawa Barat pada hari Sabtu (15/9) lalu.

Daihatsu adakan Daihatsu Club Auto Clinic akhir pekan lalu (Foto: Daihatsu)

Dalam keterangan resminya pada hari Rabu (19/9), Ben Faqih selaku Executive Coordinator People Development Department – CSVC Division PT Astra Daihatsu Motor menjelaskan, “Melalui teknik pengereman yang tepat, kita dapat mengendalikan dan menghentikan kendaraan dengan sempurna, lebih aman bagi diri sendiri dan orang lain.”

Sabtu lalu, Daihatsu menjelaskan tentang teknik pengereman yang menggunakan ABS dan non ABS. Untuk lebih jelasnya, Daihatsu membagikan beberapa teknik yang bisa digunakan untuk kendaraan non ABS, diantaranya adalah:

1. Teknik Threshold

Teknik threshold adalah teknik pengereman yang sering digunakan untuk olahraga balap, tetapi juga digunakan untuk kecepatan rendah hingga tinggi di jalanan. Teknik ini membuat pengemudi mengendalikan tekanan pedal rem untuk memaksimalkan gaya pengereman dari ban.

Ini penjelasan cara kerja teknik pengereman threshold

Pada teknik ini, kekuatan pengereman yang optimal dikembangkan pada titik ketika roda mulai slip. Pengereman dilakukan dengan cara menginjak pedal sekitar 90% (mengambang) atau tidak sampai mengunci sehingga ban masih bisa dibelokkan.

2. Teknik Stab

Teknik ini bagus dilakukan untuk kendaraan yang menggunakan komponen drum brake atau tromol dengan menekan pedal rem, lalu lepas dan tekan kembali dengan berulang-ulang secara cepat untuk mengurangi kecepatan kendaraan.

Baca Juga;  Pamer Diskon, Ini Dia 3 Mobil Keluarga Terbaik Toyota Keluaran 2019

Teknik stab dilakukan dengan menekan dan melepas rem berulang-ulang (Foto: Naijauto)

Teknik stab yang digunakan pada mobil tanpa rem ABS harus mengaplikasikan rem sepanjang jalan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lepas rem ketika roda terkunci. Saat roda kembali berputar, tekan pedal rem dengan lagi. Karena tingkat kesulitan yang tinggi, diperlukan latihan serta didampingi oleh seseorang yang ahli dibidangnya.

3. Teknik Squeeze

Sekilas, metode pengereman ini mirip dengan pengereman stab, yaitu melakukan tekan-lepas pada rem berulang-ulang. Untuk melakukan teknik ini, jangan tekan rem tiba-tiba. Sesuai dengan namanya, “squeeze” atau remas pedal rem dengan kuat, hingga titik sebelum ban mulai tergelincir.

Teknik squeeze diperlukan konsentrasi dan latihan yang sering (Foto: Auto Evolution)

Dilansir dari bsr-inc, teknik pengereman pada batas ini disebut dengan “pengereman ambang” dan merupakan cara tercepat dan teraman untuk menghentikan mobil. Tapi untuk mengaplikasikan teknik ini dibutuhkan pengetahuan dan praktek sehingga bisa menerapkannya dengan natural ketika dibutuhkan.

Dari semua teknik pengereman mobil yang dijelaskan, tentu saja dibutuhkan latihan untuk membuat kendaraan berhenti dengan sempurna di tempat yang diinginkan serta pemilihan teknik yang digunakan. Seperti yang dijelaskan oleh Ben, “Untuk melakukan pengereman tanpa ABS membutuhkan teknik yang tepat.”

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

0
Bagikan:
x