Bisnis  

Gara-gara Peringatan Cuaca Ekstrem, Tingkat Okupansi Hotel di Pesisir Jawa Anjlok

Avatar
Gara-gara Peringatan Cuaca Ekstrem, Tingkat Okupansi Hotel di Pesisir Jawa Anjlok

www.daytekno.com – JAKARTA, Investor.id – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan menjelang akhir tahun ini terjadi penurunan tingkat okupansi hotel hingga 50%, dibandingkan tahun lalu, khususnya di wilayah pesisir selatan dan utara pulau Jawa.

Hal ini dipicu adanya ketakutan masyarakat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauah terkait cuaca ekstrim dan potensi tsunami akhir tahun ini.

“Saya ambil contoh saat ini di Pangandaran, saya mendengar konfirmasi dari tim kami di sana bahwa sejak November 2022 sudah ada peringatan tsunami dari BMKG. Artinya antisipasi seperti itu. Nah itu direspon, akhirnya orang menjadi khawatir ke sana. Kondisinya adalah 50% lebih rendah okupansinya dari tahun lau, ada pengaruh di situ,” kata Hariyadi Sukamdani dalam program Obrolan Malam Fristian bertajuk “Waspada Itu Wajib, Takut Itu Jangan” yang disiarkan BTV, Selasa (27/12/2022) malam.

Bagi pengelola tempat wisata dan hotel, Hariyadi mengatakan kondisi ini jelas merugikan. Apalagi menjelang akhir tahun merupakan periode high season di mana banyak masyarakat melakukan perjalanan wisata dan menginap di hotel.

“Memang kekahwatiran karena berita, itu cukup berpengaruh terhadap mindster atau persepsi dari masyarakat yang melakukan perjalanan wisata,” kata Hariyadi.

Untuk daerah lain seperti Bali, menurut Hariyadi kondisinya masih relatif aman. Tingkat okupansi hotel masih terlihat normal.

“Memang yang terdampak yang di pesisir, khususnya pulau Jawa dari mulai Banten sampai Jawa Timur semuanya, yang di selatan menjadi lebih ada kekhawatiran itu. Dalam forum yang baik ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa untuk para pihak berhati-hati dalam menyampaikan informasi, karena ini bisa menimbulkan juga kekhawatiran bahkan bisa kepanikan. Seperti contohnya wisatawan di Karimun Jawa, itu kan juga akhirnya minta pulang lebih cepat,” ujar Haryadi.

Baca Juga;  Band sebagai Start Up Company: Sarana Fund Raising Mendapatkan Kontrak dan Penjualan