www.daytekno.com – JAKARTA – Iklim mobil elektrifikasi di Indonesia semakin mengemuka. Model mobil listrik dan elektrifikasi yang beredar di Tanah Air sekarang ini adalah yang terbesar dalam sejarah otomotif negeri. Hampir semua pabrikan besar memiliki kendaraan berenergi setrum tersebut.

Berapa jumlah komponen antara mobil listrik Hyundai dengan mobil konvensional (ICE)?

Apakah mobil listrik masih memakai fluida untuk mendinginkan kerja baterai?

Pemain-pemain baru dari Tiongkok ikut memperkenalkan mobil-mobil listrik mereka dari ragam model. Bahkan pemain asal Korea Selatan, Hyundai, lebih menitikberatkan pemasaran electric vehicle lewat Kona Eletric, IONIQ Elektrik dan yang terbaru melalui IONIQ 5 yang juga bertenaga listrik.

Gencarnya kampanye mobil elektrik tersebut tentunya belum bisa menggeser mobil bermesin konvensional (ICE – Internal Combustion Engine). Malah justru membuat publik penasaran, emang sampai seberapa hemat sih biaya memiliki mobil listrik dibandingkan mobil konvensional?

Suprayetno, Head of Service Planning and Strategy Department PT Hyundai Motors Indonesia, menyatakan bahwa biaya kepemilikan mobil listrik Hyundai dibandingkan dengan mobil ICE rata-rata 50 persen lebih murah. Cost of Ownership lebih hemat 50 persen itu berlaku untuk seluruh mobil listrik Hyundai.

Jika dilihat dari sisi produk, mobil listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibandingkan mobil ICE. Misalnya, pada Hyundai IONIQ 5. Jumlah komponennya berkisar antara 1.200 item sampai 1.500 item saja , sedangkan ICE memiliki 2.500 – 3.000 komponen. Selisihnya nyaris 50 persen, terutama di bagian mesin dan transmisi. Pasalnya fungsi kedua komponen itu sudah digantikan oleh baterai dan motor listrik.

Baca Juga;  Pahami Arti dari Warna Pada Rambu Lalu Lintas

Suprayetno menambahkan bahwa dalam hal service berkala, kendaraan listrik juga tidak serumit mobil ICE. Tidak perlu ada pengecekan mesin dan transmisi dan pengecekan komponen maupun fluida yang ada di dalamnya. Periode maintance rutin yang dibutuhkan pun relatif lebih lama yakni setiap 15.000 km. “Memang masih ada fluida yang dibutuhkan untuk mendinginkan baterai, yang bernama anti freeze coolant. Kerjanya hampir mirip dengan coolant di radiator,” imbuhnya.

Menurutnya, konsumen yang membeli Hyundai IONIQ 5 sudah mendapatkan ragam kelebihan kepemilikan. Yaitu mendapatkan garansi dasar 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dulu) dan gratis suku cadang hingga 3 tahun atau 45.000 km (mana yang terapai lebih dulu dan sesuai jadwal perawatan rutin. Setelah itu mendapatkan gratis biaya jasa perawatan hingga 5 tahun atau 75.000 km (mana yang tercapai lebih dulu dan hanya untuk biaya jasa). Biaya untuk maintenance mobil listrik Hyundai dari periode habis gratis suku cadang atau gratis biaya jasa perawatan hanya berkisar Rp 3,9 juta saja.

Toni Hadiyanto selaku Head of Parts Department PT Hyundai Motors Indonesia mengamini pernyataan Suprayetno. Menurutnya, secara keseluruhan biaya kepemilikan mobil listrik itu lebih murah karena biaya maintenancenya tidak mahal. Ditambah lagi dengan biaya pajak dan ragam kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah. (EKA ZULKARNAIN)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

0
Bagikan:
x