Game  

Kelas! Timnas DOTA 2 Indonesia Juara IESF Bali-14

Avatar
Kelas! Timnas DOTA 2 Indonesia Juara IESF Bali-14

www.daytekno.com – Berjuang dari lower bracket, mengalahkan tim kuat mulai dari Kazakhstan, Thailand dan Laos, timnas DOTA 2 Indonesia sukses membalaskan dendam pada Filipina di grand final DOTA 2 IESF Bali-14.

Filipina secara sistem sudah unggul 1 poin dari Indonesia karena lolos final jalur uppr bracket, namun hal itu tak buat gentar punggawa timnas yang diperkuat Dreamocel, Whitemon, Jhocam, Womy, Mikoto, Hyde, dipandu oleh coach Aville dan Lesserblue.

Di game pertama Indonesia langsung memulai dengan draft snowball yang agresif mengandalkan Slark dan Ember Spirit. Kombo maut PH Tuskar-Skywrath Mage tak mampu berkutik di game ini.

PH masih percaya diri dengan taktik yang sama, namun di game ketiga ada Terrorblade untuk urusan gendong. Drow Ranger yang dimainkan Dreamocel kesulitan untuk bangkit karena pressure tinggi dari Tuskar dan Primal Beast di match tersebut.

Walau tertekan dengan skor 2-1, Indonesia tetap main objektif namun dengan drafting lebih solid. Phantom Lancer mampu merepotkan support PH yang terlalu single target dan repot lawan ilusi. Plus performa ciamik dari Womy Beastmaster sukses runtuhkan tower demi tower sekaligus buat Slark tak punya lahan farm.

Di game kelima, fase early dan mid game cukup mengkhawatirkan untuk Indonesia. Tuskar midlane plus carry Sniper cukup jadi masalah untuk punggawa timnas. Untungnya, permainan sabar dan inisisasi mengejutkan Mikoto berhasil membalikan keadaan perlahan dan akhirnya membawa Indonesia menang di game penentuan.

Hasil ini cukup penting karena Indonesia punya catatan agak sendu saat jumpa Filipina. Bagi para pemain, titel juara dunia IESF jadi modal yang baik bagi karir mereka menjelang berlangsungnya Pro Circuit DOTA 2.

Dreamocel berharap kemenangannya bisa menginspirasi pemain-pemain DOTA 2 di Indonesia untuk melanjutkan tonggak regenerasi, namun kalau ada event serupa dalam waktu dekat, ia masih ingin jadi perwakilan bangsa di event internasional.

Baca Juga;  Tanggapan Riot Tentang Kutukan ‘9-3’ di Valorant, Mitos atau Fakta?

Selamat Indonesia!