Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

www.daytekno.com – Setiap oli biasanya memiliki kode khusus yang tercantum pada kemasan. Para pemilik mobil pun harus memahami arti dari berbagai kode ini sebelum memutuskan untuk menggunakan merek oli tertentu. Pasalnya, kode tersebut berisi ketentuan dan spesifikasi ringkas dari produk oli yang digunakan.

Sejatinya, teknisi di bengkel sudah mengerti arti kode oli yang sesuai dengan mobil Anda. Hal ini tidak menjadi masalah jika Anda melakukan penggantian oli di bengkel.

Namun, pada situasi tertentu, ada kalanya Anda harus mengganti oli sendiri. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui arti kode oli yang tercantum pada kemasan.

Supaya lebih jelas, berikut tiga kode oli berbeda yang ada di pasaran.

1. JASO

JASO adalah singkatan dari Japanese Automotive Standard Association. JASO sendiri merupakan lembaga Jepang yang bertugas untuk mengecek standar kualitas oli.

Untuk diketahui, kode JASO hanya tercantum pada produk oli motor, bukan mobil. Kode ini biasanya diikuti dengan dua huruf, yakni MA dan MB. Kode MA memiliki arti bahwa oli cocok digunakan untuk motor dengan kopling basah, seperti motor sport dan motor bebek. Adapun oli dengan kode ini memiliki fungsi khusus, yakni membuat gesekan kopling tidak selip.

Sementara itu, kode MB digunakan untuk oli motor bertransmisi otomatis, termasuk skuter matik (skutik), yang memiliki kopling kering. Oli ini memiliki daya gesekan lebih rendah ketimbang JASO MA.

2. API

American Petroleum Institute (API) yang merupakan kode standar untuk menentukan kualitas oli. Umumnya kode API memiliki dua huruf tambahan di belakang, seperti “API SP” atau “API CH”.

Huruf pertama digunakan untuk menjelaskan jenis mesin kendaraan. Untuk jenis kendaraan bensin (gasoline) dilambangkan dengan kode S. Sementara itu, mesin diesel menggunakan kode huruf C.

Baca Juga;  Polisi Cek Persiapan Keamanan Merak-Bakauheni Jelang Nataru

Alfabet kedua menjelaskan kualitas yang terbaru dari oli mobil. Untuk mobil bensin, kode olinya meliputi API SG, API SJ, API SM, API SN, serta API SP. Sementara itu, beberapa contoh kode oli mesin diesel, di antaranya API CD, API CG, dan API CF.

Semakin tinggi atau mendekati huruf Z seri pada huruf kedua, berarti produk oli merupakan seri tertinggi atau termutakhir. Contohnya, API SP merupakan seri API tertinggi dan memiliki kualitas oli yang lebih baik ketimbang seri API SG, API SJ, API SM, serta API SN.

Pengklasifikasian seri dilakukan untuk menjamin kualitas oli yang disesuaikan dengan jenis, masa pakai, serta teknologi pada mesin. Sebelum memilih oli mobil berstandar API untuk kendaraan, Anda harus mengetahui spesifikasi oli yang sudah ditetapkan oleh pabrikan.

Jangan sampai menggunakan oli mobil berstandar API lebih rendah dari yang sudah ditetapkan oleh pabrikan. Hal ini dapat berdampak buruk untuk ketahanan mesin dalam jangka waktu lama.

3. SAE

Kode selanjutnya yang kerap tercantum pada oli mobil adalah Society of Automotive Engineer (SAE). SAE merupakan asosiasi yang berfungsi menstandardisasi berbagai bidang rancang desain teknik dan manufaktur. Untuk produk oli, SAE menjadi standar internasional untuk kekentalan oli.

Standardisasi SAE biasanya akan menuliskan serangkaian kode pada kemasan oli mobil, seperti SAE 0W-40, 5W-30, 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, serta 20W-50.

Adapun penjelasan kode tersebut sebagai berikut. Angka paling depan merupakan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Huruf W yang terletak di belakang angka merupakan singkatan dari winter (W) atau musim dingin. Formulasi oli disesuaikan untuk musim dingin dan panas sehingga saat suhu mobil dingin olinya tidak mengental.

Selanjutnya, angka setelah W atau paling belakang merupakan tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja atau saat oli mencapai titik didih.

Sebagai contoh, oli mobil Shell Helix Extend memiliki kode SAE 0W-40. Artinya, oli ini memiliki kekentalan di angka 0 pada suhu dingin atau winter.

Sementara itu, angka 40 berarti tingkat kekentalannya mencapai 40 saat mesin mencapai suhu 100 derajat Celcius.

Baca Juga;  Langgar Batas Anggaran, Tim F1 Red Bull Racing Didenda Rp 108 Miliar

Semakin kecil angka depannya, oli semakin encer. Sebagai contoh, pelumas berkode 0W-40 dapat mengalir lebih cepat ketimbang oli berkode 5W-30 atau 10W-30 pada temperatur dingin.

Untuk diketahui, oli yang lebih encer memiliki berbagai kelebihan. Sebut saja, memudahkan dalam melakukan starter (easy start) pada saat pertama kali mobil dihidupkan, sirkulasi oli (pelumasan) yang cepat dalam melindungi semua bagian pada mesin, serta membantu mesin mengefisienkan konsumsi bahan bakar karena beban yang lebih ringan.

Dengan berbagai kelebihan tersebut, Shell Helix Extend 0W-40 cocok digunakan untuk mobil keluaran terbaru atau yang usianya lebih muda. Pasalnya, celah mobil yang masih baru lebih sempit daripada mobil lama sehingga membutuhkan oli yang encer.

Selain standar SAE, Shell Helix Extend 0W-40 juga sudah memenuhi standar API SP yang menjadi spesifikasi pelumas tertinggi untuk pelumas mobil berbahan bakar bensin.

Perlu diketahui, oli yang memiliki standardisasi tersebut dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap keausan serta menjaga kestabilan temperatur mesin.

Selain itu, Shell Helix Extend 0W-40 merupakan pelumas carbon neutral full-synthetic yang terbuat dari 99,5 persen gas alam. Hal ini membuat Shell Helix Extend 0W-40 dapat melindungi mesin kendaraan lebih lama dengan ikatan molekul lebih kuat dan ramah lingkungan.

Shell Helix Extend juga memiliki volatilitas rendah yang dapat mengurangi penguapan dan menghemat penggunaan oli sehingga lebih awet. Oli ini juga dibekali teknologi Self-Rejuvenation Technology yang membentuk ekosistem peremajaan oli untuk meningkatkan kinerja mobil.

Tak hanya itu, oli tersebut juga dibekali PurePlus Technology yang dapat memberikan performa mesin maksimal di setiap hentakan perjalanan.

Baca Juga;  Cara Pasang Relay Lampu Mobil Avanza dan Lainnya 4 Kaki!!

Dengan Active Cleansing Technology, Shell Helix Extend dapat menjaga mesin tetap bersih. Hal ini membuat mobil dapat bekerja dengan lebih efisien, bahkan pada kondisi jalanan yang berat.

Shell Helix Extend 0W-40 sudah diuji coba dalam Dynamite 2.0 Field Test. Dalam pengujian tersebut, Shell Helix Extend 0W-40 terbukti melindungi mesin dengan prima hingga 20.000 kilometer (km). Oli ini pun dapat digunakan untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel.

Selain dapat menjaga dan meningkatkan performa mobil, Shell Helix Extend 0W-40 juga termasuk dalam kategori Shell Carbon Neutral. Melalui kategori ini, Shell telah mengurangi intensitas karbon dalam proses produksi lebih dari 30 persen sejak 2016. Dengan demikian, energi yang dikeluarkan lebih efisien.

Pelumas dengan kategori tersebut juga memiliki viskositas rendah yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 3 persen. Emisi yang dihasilkan pun menjadi lebih rendah.

Sebagai informasi, Shell Helix Extend 0W-40 cocok untuk berbagai mobil keluaran terkini, seperti Toyota Avanza, Toyota Avanza Veloz, Toyota Rush, Toyota Innova, Honda Accord, Honda City, Honda Brio, Honda Civic, Honda Jazz, Honda Mobilio, Honda CRV, serta Honda HRV.

Selanjutnya, Honda BRV, Honda Odyssey, Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Outlander, Daihatsu Xenia, Daihatsu Sirion, Daihatsu Luxio, Suzuki Ignis, Suzuki XL7, serta Nissan Livina.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Shell Helix Extend 0W-40, Anda bisa klik .

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

0
Bagikan:
x