Mobil  

Kenali Fitur-Fitur Toyota Veloz Q TSS Yang Sangat Bermanfaat Bagi Pengendara

Avatar
Kenali Fitur-Fitur Toyota Veloz Q TSS Yang Sangat Bermanfaat Bagi Pengendara

www.daytekno.com – JAKARTA – Berkendara aman pada era sekarang ini menjadi kebutuhan penting. Terutama di jalan raya perkotaan yang cukup padat. Teknologi yang diadaptasi oleh kendaraan pun sudah sangat mendukung pengemudi di dalam membantu hal tersebut. Untuk itu harus dimanfaatkan.Seperti teknologi Toyota Safety Sense (TSS) yang terpasang di Toyota Veloz Q TSS yang dapat menolong pengemudi mencegah insiden fatal. Fitur teknologi canggih itu selain dapat memberikan rasa aman kepada pengemudi, juga kepada pengendara lain maupun pengguna jalan raya.Untuk itu pengemudi perlu mengetahui apa saja manfaat dari fitur-fitur tersebut.

Apa fungsi dari fitur Pedal Misoperation Control?

Apakah fungsi dari T Intouch?

1. Lane Departure Warning and Lane Departure Prevention

Semua fitur dalam paket TSS punya tujuan mencegah terjadinya kecelakaan. Ketika masuk jalan tol, Lane Departure Warning dan Lane Departure Prevention langsung bekerja memberi rasa aman. Sistem menjaga mobil tetap di dalam lajurnya. Apabila mobil melenceng atau sopir berpindah jalur tanpa menyalakan sein, akan muncul peringatan dan setir secara otomatis mengoreksi sendiri.

Fitur ini mampu mencegah kondisi fatal apabila sopir kelelahan atau mengantuk. Setidaknya tetap menjaga mobil tidak melenceng keluar dari lajurnya. Sekaligus memberi edukasi dan mengubah kebiasaan buruk pengemudi, yang seenaknya berpindah lajur tanpa memberi peringatan ke pengemudi lain. Kejadian yang masih sangat banyak sekali ditemui sekarang ini.

Kedua fitur bertugas mencegah tubrukan di depan. Pre-Collision Warning akan mengeluarkan suara peringatan kalau objek di depan semakin dekat, tapi pengemudi tidak mengerem. Kalau tidak terjadi deselerasi juga, Pre-Collision Braking bekerja atau mengerem secara otomatis.

Tapi ada syaratnya. Melalui demonstrasi di trek khusus, dapat diketahui cara kerja rem otomatis. Asalkan kecepatan berjalan konstan, makan fitur bakal bekerja. Fitur mampu menilai pengemudi dalam keadaan lalai yang menyebabkan tidak ada indikasi pengereman. Sementara kalau dalam keadaan akselerasi dan deselerasi sistem justru tidak berfungsi. Karena sistem juga bisa membaca kalau itu disengaja dan berarti pengemudi dalam keadaan sadar melakukannya.

Baca Juga;  Fitur Mobil Jaman Dulu Yang Hilang Ditelan Bumi, Salah Satunya Jok Mertua

2. Pedal Misoperation Control

Salah injak pedal kerap menjadi biang kecelakaan. Tak hanya bagi pengemudi awam, yang berpengalaman saja bisa terjadi, kalau kurang konsentrasi atau panik. Adanya Pedal Misoperation Control bisa mencegah itu. Ketika seharusnya menginjak pedal rem tapi malah throttle, otomatis tenaga akan terputus dan mobil langsung berhenti. Sensor di depan secara aktif memindai objek yang menghalangi.

3. Front Departure Alert

Radar dan sensor di depan terus aktif memantau. Misalnya dalam keadaan macet, terkadang kita lengah saat mobil di depan sudah beranjak jalan. Nah, Front Departure Alert memberi peringatan di MID. Menyadarkan kita kembali dan segera bereaksi. Hal simpel yang mencegah membuat kesal pengguna jalan lain.

4. All Round View Monitor

Ini paling dibutuhkan bagi kalangan wanita yang sering mengemudi sendiri. Adanya kamera yang memantau area sekeliling hingga 360 derajat, memudahkan dalam proses parkir dan saat berada di area sempit. Ditambah lagi parkir, sekaligus memberi sinyal ada objek lain di dekat kendaraan. Dibuktikan langsung pakai metode parkir mundur tanpa melihat. Dengan hanya memantau monitor, semua bisa dilakukan.

5. Rear Crossing Traffic Alert (RCTA)

Saat keluar area parkir dalam kondisi mundur, tentu sulit memantau area belakang. Memang ada sensor parkir, tapi bukan untuk mendeteksi objek bergerak. Adanya Rear Crossing Traffic Alert (RCTA) bisa mengetahui mobil, motor, pesepeda, atau orang yang sedang berjalan di belakang kendaraan kita. Terutama ketika berjalan mundur. Tak perlu juta menengok atau memperhatikan sekitar. Cukup percayakan kepada kamera dan sensor yang bekerja.

6. Blind Spot Monitor (BSM)

Pasti ada titik buta yang tidak bisa terlihat oleh mata normal manusia. Apalagi saat berada di dalam mobil, lebih besar lagi area itu. Ditambah kaca spion normal juga tidak mampu merambah semua bagian tak terlihat. Sehingga banyak kejadian fatal diakibatkan obyek di daerah blind spot.

Baca Juga;  Kepada TNI, Jokowi Instruksikan Ganti Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik

Inilah gunanya Blind Spot Monitor (BSM). Tandanya muncul di kaca spion luar. Kalau menyala, berarti ada kendaran atau objek lain yang tidak dapat kita deteksi. Kalau begitu, jangan dulu berpindah lajur atau bermanuver. Bahkan juga timbul suara peringatan kalau seandainya tetap memaksakan.

7. T Intouch dan mToyota

T Intouch yang bisa terhubung dengan aplikasi juga banyak manfaatnya. Salah satunya ada teknologi geofencing. Bisa dimanfaatkan posisi kendaraan melalui GPS. Kalau berada di luar zona yang telah ditetapkan, muncul peringatan. Dalam acara Toyota Media Experience dipraktekkan untuk mencari lokasi mobil terparkir. Alamat tertera lengkap dan mudah saja menemukannya.

Selain itu mToyota juga memudahkan mendapat informasi soal kendaraan. Terutama berhubungan perawatan dan jadwal servis. Bahkan bisa untuk memesan servis di bengkel resmi juga.

8. Smartphone Connectivity

Penggunaan smartphone saat berkendara sudah terbukti berbahaya. Namun adakalanya butuh perangkat ini sebagai peta digital atau sarana hiburan musik. Lebih baik sambungkan saja perangkat ke head unit. Sehingga tidak perlu lagi memegang atau mengoperasikan smartphone secara langsung yang justru sangat berisiko. Pagi pengguna Android, sudah ada fitur Android Auto yang sangat mudah koneksinya. Hanya butuh kabel USB dan klik Android Auto, seketika fungsi perangkat beralih ke monitor.

9. Auto Hold

All New Veloz sudah menerapkan Electronic Parking Brake (EPB). Peranti itu sekaligus bersanding dengan fitur Auto Hold dengan pengoperasian tepat di sebelah EPB. Banyak pengguna yang belum paham atau sering lupa memanfaatkannya. Padahal sangat membantu pada saat terjebak kemacetan atau menunggu lampu lalu lintas.

Tidak perlu menetralkan gigi lalu mengaktifkan EPB. Ketika berhenti, tinggal tekan tombol Hold maka rem aktif menahan laju mobil. Saat waktunya jalan, langsung menginjak pedal gas saja. Kalau Hold aktif terus dan harus berhenti lagi, tekan sedikit lebih pedal rem makan seketika aktif kembali. Sangat mudah dan tidak perlu menginjak rem terus-menerus. (ANINDIYO PRADHONO/EK)

Baca Juga;  Heboh Soal Cat Bisa Terkelupas, Hyundai Indonesia Selidiki Ioniq 5

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”