www.daytekno.com

Alamat: Jalan Unika Soegijapranata Nomor 1, Barusari, Semarang Selatan 50245Map: Klik DisiniJam Buka: 08.00-15.00 WIB (Senin-Jumat), 08.00-18.00 WIB (Sabtu)No. Telp:–WhatsApp:–

Harga Tiket Masuk

HTM: GratisParkir Motor: GratisParkir Mobil: Gratis

Kalo ngomongin sejarah Indonesia, sepertinya hampir setiap kota di Nusantara kita ini pernah menjadi saksi bisu cerita masa lampau, salah satunya yaitu Semarang. Yap, selain menjadi Ibukota Jawa Tengah, Semarang juga terkenal sekali dengan situs bersejarahnya.

Alih-alih dipenuhi dengan wisata-wisata kekinian, Semarang juga tetap mempertahankan warisan sejarah yang sampai saat ini masih banyak dikunjungi oleh wisatawan tak hanya dalam tetapi luar kota juga.

Semarang terkenal sekali dengan sejarah perjuangan para prajurit TNI yang gugur pada saat memperjuangkan kemerdekaan. Untuk mengenang jasa para prajurit TNI tersebut kamu bisa mengunjungi salah satu museum sejarah di Semarang.

Situs bersejarah tersebut ialah Museum Mandala Bhakti, salah satu wisata yang sampai saat ini masih banyak dilirik oleh wisatawan. Ditempat inilah kamu bisa melihat banyak sekali koleksi benda-benda memorabilia pada masa penjajahan dulu.

Atmosfer yang ditawarkan disini seolah mampu membuat kita seperti sedang berada di masa-masa perang kemerdekaan tersebut. Museum Mandala Bhakti merupakan satu diantara museum sejarah di Semarang yang bisa dinikmati oleh khalayak umum tanpa harus membayar tiket masuk.

Para pengunjung bebas belajar dan mengenang setiap jengkal sejarah yang tertuang di Museum Mandala Bhakti ini. Kamu bisa mengunjungi museum ini setiap hari Senin-Kamis dan Sabtu, dimana pada hari Minggu dan Nasional Museum Mandala Bhakti tutup.

Jalan Menuju Lokasi

Buat kamu yang penasaran dan tertarik ingin mengunjungi Museum Mandala Bhakti maka datanglah ke Jalan Unika Soegijapranata Nomor 1. Lokasi museum ini tidak jauh dari kawasan Simpang Lima yang mana jaraknya hanya sekitar 1,8 kilometer.

Dengan jarak yang cukup dekat, kamu bisa menempuh perjalanan menuju Museum Mandala Bhakti dari kawasan Simpang Lima hanya dengan waktu sekitar 5 menit. Akses jalan menuju lokasi wisata sejarah ini bisa dilalui oleh kendaraan pribadi maupun transportasi publik.

Jika ingin menggunakan transportasi publik, kamu bisa mengakses MoovitApp atau Trafi untuk mengetahui angkutan apa yang kira-kira paling cocok untuk ditunggangi supaya dapat sampai di lokasi dengan cepat.

Lokasi daripada Museum Mandala Bhakti ini juga dekat dengan wisata Lawang Sewu dan tepat berada di depan Monumen Tugu Muda, sehingga untuk bisa menemukan dimana letak museumnya sangatlah mudah. Jika masih ragu, kamu bisa manfaatkan Google Maps diatas untuk tiba di lokasi tujuan.

Fasilitas

Dari tampak luar pasti kamu sudah terkagum-kagum dengan bangunan Museum Mandala Bhakti yang amat megah. Arsitektur bangunan khas gaya Belanda menjadi ciri tersendiri dari Museum Mandala Bhakti ini.

Lokasinya yang strategis tentu membuat wisatawan tidak kesulitan menemukan dimana lokasinya. Didalam museum ini kamu akan banyak menemukan koleksi barang-barang penting pada masa perjuangan kemerdekaan kala itu.

Masing-masing barang di letakkan di sebuah ruangan yang dikelompokkan berdasarkan peristiwanya. Selain barang-barang bersejarah, disini kamu juga bisa menemukan beberapa fasilitas umum diantaranya seperti area parkir, toilet hingga spot foto instagramable. Beberapa spot yang kerap dijadikan latar belakang foto ialah lukisan dan kendi raksasa atau monumen kendi.

Sekilas Museum

Museum Mandala Bhakti pertama kali berdiri pada tahun 1930 yang mana awal mulanya berfungsi sebagai Pengadilan Tinggi Belanda. Bukan hanya digunakan sebagai Pengadilan saja, namun Museum Mandala Bhakti juga difungsikan menjadi Markas Polisi Militer Jepang.

Pada tahun 1950, bangunan ini juga digunakan sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II oleh Kodam IV Diponegoro. Hingga pada akhirnya bangunan bersejarah ini baru difungsikan sebagai museum pada tahun 1985.

Museum Mandala Bhakti menjadi salah satu tempat bersejarah yang sampai saat ini masih menyimpan dengan rapih bukti-bukti perjuangan TNI pada saat merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.

Bukti-bukti tersebut berupa dokumentasi, data dan benda-benda bersejarah. Museum Mandala Bhakti sendiri memiliki delapan ruangan yang dijadikan tempat peletakan bukti-bukti benda bersejarah tersebut.

Ruang tersebut dibagi menjadi ruang Jatmu (Senjata dan Amunisi), Gamad (Seragam Angkatan Darat), Peristiwa, Pelestarian Ruang Kerja Pangdam, Satsikmil, Laswa atau Laskar Wanita Indonesia, Unit Dapur Umum dan Cacat Veteran.

Beberapa barang yang tersusun rapih diruangan-ruangan tersebut diantaranya ada pistol, senapan, senjata pelontar, mesin berat, seragam berbahan kain goni, seragam PETA, BKR, Heiho, TNI, TKR, alat-alat kesehatan dan alat-alat musik.

Daya Tarik

Sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya kita belajar dan mengenang sejarah kemerdekaan Indonesia. Salah satu sarana atau wadah yang paling tepat yaitu museum bersejarah.

Museum Mandala Bhakti merupakan salah satu contoh museum bersejarah yang tepat untuk dikunjungi. Belajar dan mengenang perjuangan TNI bersama pemuda Semarang lewat Museum Mandala Bhakti adalah keputusan tepat.

Bukan hanya ditunjukkan untuk anak muda saja, namun Museum Mandala Bhakti ini cocok disambangi oleh semua kalangan usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Selain menawarkan nilai edukasi sejarah, tempat wisata ini juga sangat terjangkau karena tidak ada tiket masuk yang dipungut.

Dengan mengunjungi Museum Mandala Bhakti ini diharapkan para generasi muda dapat menghargai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Daya tarik dari Museum Mandala Bhakti ini adalah semua benda-benda yang ada disini asli diambil dari peristiwa peperangan di berbagai daerah. Sehingga tak heran jika nuansa masa lampau yang tersaji disini sangat kental terasa.

Jadi tunggu apalagi? Jika bosan liburan ke wisata alam atau pusat perbelanjaan, belajar sejarah di Museum Mandala Bhakti sepertinya bisa jadi pilihan yang menarik, bukan? Buruan ajak si kecil juga untuk ikut belajar sejarah disini yuk!

Bagikan:
x