www.daytekno.com – JAKARTA – Balapan Formula E melibatkan ragam pabrikan mobil besar dan mereka menjadikan Formula E sebagai laboratorium uji coba bagi pengembangan teknologi mobil listriknya. Salah satu pabrikan yang terlibat adalah Nissan Motor.

Apa nama tim balap Nissan di Formula E?

Siapakah pabrikan mobil Jepang yang pertama kali mengikuti balapan Formula E?

Pada gelaran Jakarta E Prix 2022, Nissan Indonesia memperkenalkan tim Nissan e-dams yang turun diperkuat oleh Sebastian Buemi dan Maximilian Gunther. Nissan turun di balapan mobil listrik ini pada tahun 2018 bersama tim e.dams sekaligus menjadi pabrikan Jepang pertama yang mengikuti ajang balapan tersebut.

Salah satu alasan Nissan terlibat dalam balapan ini adalah bentuk komitmennya untuk menjadi pelopor dalam merancang dan membuat mobil listrik. Model mobil listrik Nissan yang paling terkenal di dunia adalah Nissan Leaf dan tercatat sebagai mobil listrik terlaris di mancanegara.

Tan Kim Piauw selaku Direktur Sales dan Marketing PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) memberikan sambutan hangat atas kehadiran tim Nissan e.dams ke Indonesia dan atas keterlibatannya di balapan kendaraan listrik ini.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi Nissan Indonesia untuk dapat memperkenalkan Tim Nissan e.dams yang akan berpartisipasi pada ajang Jakarta Formula E 2022, sehingga pelanggan dapat membuktikan sendiri komitmen Nissan untuk membawa mobilitas elektrifikasi menjadi semakin dekat bagi masyarakat Indonesia. Teknologi Nissan LEAF yang digunakan pada mobil balap tim Nissan e.dams terbukti dapat mengubah cara konsumen mobil di Indonesia berkendara dan menikmati kehidupannya,” ujar Tan.

Baca Juga;  India Menjadi Basis Kedua Produksi Jimny, Ini Respon Suzuki Indonesia

Sambutan dari NMDI mendapat tanggapan positif dari General Manager Nissan Formula E, Tommaso Volpe. “Kami sangat bersemangat untuk tampil di Jakarta Formula E 2022. Kami berharap di putaran ini tim Nissan e.dams mampu meningkatkan kualifikasi yang sudah dicapai, agar kami bisa memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan kami di ajang Formula E,” ujar Tommaso.

Saat ini jet darat yang digunakan oleh tim Nissan di ajang Formula E menggunakan sejumlah teknologi dari Nissan Leaf yang juga sudah diluncurkan di Indonesia pada Agustus 2021 lalu. Menurut catatan Nissan, sejak dikenalkan pada 2010 Nissan Leaf telah terjual lebih dari 500.000 unit di seluruh dunia. Nissan juga mengklaim bahwa kehadiran Leaf menjadi bukti bagaimana Nissan memanfaatkan pengalaman dalam memproduksi mobil listrik massal untuk membangun mobil balap Formula E.

Ajang Formula E sendiri ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pabrikan otomotif memperlihatkan inovasi energi listrik yang dimiliki masing-masing pabrikan di lingkungan balap mobil. Sejumlah pabrikan tersebut berkompetisi untuk menghadirkan kendaraan dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh FIA (Fédération Internationale de l’Automobile), guna mendorong masa depan mobil listrik dunia.

“Kendaraan tanpa emisi Nissan Leaf merupakan perwujudan dari Nissan Intelligent Mobility, yang merupakan filosofi Nissan untuk mengubah cara mobil dikemudikan, ditenagai, dan diintegrasikan ke dalam masyarakat. Dan sekarang kita melihat bukti bagaimana Nissan berbagi teknologi dari mobil yang diproduksi secara massal dengan mobil balap Formula E,” tutup Tan. (ALVANDO NOYA/EK)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Juga;  Serba Hitam, Seperti Ini Tampilan Mercedes-AMG GT Stealth Edition
0
Bagikan:
x