Wisata  

Objek Wisata Goa Gajah Gianyar Bali

Avatar
Objek Wisata Goa Gajah Gianyar Bali

www.daytekno.com – Lokasi: Jl.Raya Goa Gajah, Desa Bedulu, Kec.Blahbatu, Kab.Gianyar, BaliMap: Klik DisiniHTM: Rp. 30.000 per OrangBuka Tutup: 08.00 – 16.00 WitaTelepon: (0361)-943-401

Sebagai negara yang memiliki bentuk geografis kepulauan, tentunya membuat Indonesia memiliki banyak sekali destinasi-destinasi wisata terutama yang mengedepankan konsep alam terbuka.

Beberapa contohnya seperti Air Terjun, Pantai, ekosistem bawah laut, hingga pegunungan dengan view begitu memanjakan mata dalam menyaksikan bagaimana indahnya alam yang dibuat oleh Sang Maha Pencipta.

Dengan pengelolaan yang tepat, seharusnya Indonesia bisa menjadi “raja” diantara Negara lainnya dalam hal pariwisata di alam terbuka.

Dan sejumlah spot tersebut tak hanya mampu menyedot wisatawan lokal maupun dari kawasan domestik saja, namun juga dari kawasan lainnya di Mancanegara.

Sayangnya praktik dilapangan justru tak seindah alam yang kita miliki, dibeberapa titik bahkan masih saja ada pungli yang tentunya tak hanya membuat kapok namun tentunya juga mencoreng nama baik bangsa dan Negara.

Pemasukan yang seharusnya bisa diolah pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakat harus direlakan kepada pihak swasta untuk mengembangkan wisata tersebut sehingga membuat harga tiket masuknya melambung begitu tinggi.

Salah satu kawasan wisata di Indonesia yang selalu menyedot perhatian dari para traveler mancanegara dan bahkan lebih popular namanya di luar sana ialah Bali.

Pulau Dewata ini memang tak terbantahkan lagi keindahannya, namun beberapa wisatawan yang berkunjung kesana biasanya hanya sebatas mengetahui Pantai Kuta, Tanah Lot, Sanur dan lainnya yang memang sering terekspos oleh media.

Namun tahukah Anda bahwa Bali memiliki berbagai Destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik untuk di kunjungi?

Penasaran dengan dimana dan apa nama tempat yang akan kita bahas kali ini? Yuk simak informasi selengkapnya.

Sejarah Singkat

Goa Gajah atau yang ternyata memiliki asal kata yakni Lwa Gajah, memiliki history tersendiri dalam penamaannya.

Lwa sendiri merujuk pada sebuah kata yang tercantum dalam kitab yang sangat terkenal di Indonesia yakni Kitab Negarakertagama.

Menurut kitab tersebut, Lwa berarti sebuah sungai sementara kata Gajah yang digunakan lebih merujuk pada pertapaan daripada nama hewan mengingat sama sekali tidak ada bekas hewan tersebut pernah ada di kawasan ini.

Sehingga bila ditarik kesimpulan dari penamaannya sendiri, dapat dikatakan bahwa Lwa Gajah maksudnya adalah pertapaan di tepi sungai.

Menurut history description diWikipedia, Goa Gajah ditemukan berkat laporan pejabat pemerintahan Hindia Belanda setelah penemuan di tahun 1923 oleh Prof.Gorris dan LC.Hyeting, dengan penemuan arca berbentuk Dewa Ganesha, Trilingga dan juga Hariti.

Penemuan tersebut akhirnya ditindak lanjuti oleh Dr. WF.Stuterhiem, dengan putusan untuk melanjutkannya di tahun 1925.

Pada 1931 penemuan sebuah stupa dengan bentuk 3 cabang atau yang kerap disebut tukad pangkung, ditemukan oleh Mr.Conrat Spies tengah terpahat di runtuhan bekas dinding batu tergeletak di dasar.

Negara kita sendiri baru memulai penelitian selepas 19 tahun berselang atau tepatnya di tahun 1950.

Situs purbakala ini dirapihkan dan digali serta diteliti oleh pihak Dinas Purbakala RI, diwakili oleh seksi bangunan purba di kawasan Bali yang dipimpin langsung oleh J.L Krijgman pada periode 1954 hingga 1979.

Hasilnya ialah berupa penemuan sebuah lokasi dimana diyakini bekas area petirtaan kuno, yang memiliki pancuran air dari benda berupa kendi, yang letaknya berdekatan dengan dada pada 6 patung berbentuk wanita tersebut.

Keberadaan ke 6 patung ini sendiri, konon dipercaya masyarakat sekitar mampu menyucikan aura siapa saja yang menyucikan diri ditempat ini melalui vibrasi tertentu.

Sebenarnya awal penemuan patung ini masih berjumlah 7 yang melambangkan 7 sungai suci di India, dimana agama Buddha dan Hindu terbentuk, sayangnya gempa merusak satu patung tersebut hingga menyisakan 6 saja hingga kini.

Legenda Goa Gajah

Sementara bila ditilik dari sisi cerita kerajaan di Indonesia, Goa Gajah ini telah eksis dan diketahui keberadaannya sejak masa 1022 Masehi dimana saat itu Sri Dharmawangsa Wardhana-Marakata Pangkajastano Tunggadewa memimpin.

Goa ini juga tetap dikenali pada masa pemerintahan Raja Anak Wungsu pada 1053 Masehi dan pada masa pemerintahan Paduka Sri Mahaguru di tahun 1324 Masehi.

Nama dari goa ini sendiri tercantum pada tulisan Mpu Prapanca di tahun 1365 Masehi, konon Goa Gajah ini sendiri sudah dibangun sejak abad 11, ketika Raja Sri Bedahulu masih memimpin.

Selain itu, di Lwa Gajah atau Sungai Gajah, konon pendeta Siwa kerap bertapa, hal ini juga tercantum pada sebuah prasasti bertanggalkan 1103 Saka milik Raja Jayapangus.

Barulah pada masa kepemimpinan Hayam wuruk, Goa Gajah ini dikenal sering dijadikan tempat bertapa dari San Bidadyaksa.

Kisah lainnya mengisahkan bahwa Goa Gajah ini memiliki sebutan lain yakni Asrama Kunjara atau KunjaraKunjaPada, Asrama Kunjara ini ternyata merupakan sebutan bagi Asrama Rsi Agastya yang ada di Mysore.

Asrama tersebut letaknya di India Selatan dengan suasana tenang dan banyak gajah liar dapat hidup bebas tanpa gangguan.

Nah berhubung suasana dari KunjaraKunjaPada ini sangat identik sekali dengan Asrama Rsi Agastya di India sana maka dinamakan lah Asrama Kunjara ini sebagai Lwa Gajah atau Goa Gajah.

Baca Juga;  10 Oleh-Oleh Khas Kutai Barat yang Paling Populer

Sedangkan cerita lain terangkum pada prasasti Dawan serta prasasti Pandak Bandung, yang tertulis dengan bahasa bahasa sanksekerta.

Pada kedua prasasti tersebut, tercetus nama lokasi pertapaan yakni Antakunjarapada yang konon memiliki arti dalam bahasa sanksekerta ialah tempat pertapaan dibatas wilayah sungai Gajah.

Keindahan Keunikan

Kompleks Goa Gajah terbagi menjadi 2 bagian yang sama-sama Goa Utama, bedanya hanya pada kawasan bagian utara, Anda akan menemukan warisan ajaran dari Siwa.

Yang mana dibuktikan dengan keberadaan Trilingga serta patung berkepala gajah yang tentunya bukan Gajah Mada namun lebih tepatnya merupakan patung dari Dewa Ganesha.

Kawasan utara ini biasanya dipergunakan bagi mereka yang beragama Hindu, untuk melakukan Sembahyang.

Sementara Kawasan bagian Selatan dinamai dengan kawasan Tukad Pangkung, yang menyerupai stupa Buddha kala tengah berpose Dhyani Buddha Amitabha dengan 13 susun dan bercabang 3 pada pahatan batu yang begitu besar.

Sekilas saat akan memasuki Goa gajah, mungkin akan terlihat seram sebagaimana gerbang-gerbang kematian pada anime jepang.

Karena dibagian Goa Gajah terukir ornament berupa sesosok relief khas Bali yang memang biasa muncul dan seolah wajib dalam tiap pintu masuk candi yang lokasinya berhadapan dengan pura dengan sebutan relief Bomha.

Relief ini terlihat semakin tegas dengan pintu goa selayaknya sebuah mulut menuju ke bagian dalam.

Tak ketinggalan 2 buah patung yang diibaratkan sebagai penjaga, selayaknya yang acap kali terlihat pada bangunan yang mengambil arsitektur Bali maupun pada kawasan Candi yang dikenal dengan Dwarapala pada ajaran Hindu.

Memasuki area dalam, Anda akan menyaksikan relief yang terukir di dinding timur dari arah mulut goa, yang merupakan sebuah tulisan dalam aksara Kediri Kwadrat, Anda pun akan menemukan 2 buah ceruk di kiri maupun kanan pintu masuk.

Ceruk ini berada dengan kedalaman lebih kurang 1 meter, serta diyakini sebagai tempat untuk melakukan pertapaan, mengingat terdapat banyak cerukan di dalam dengan bentuk serupa.

Goa Gajah pun kini memiliki penerangan menggunakan lampu, dengan sinar temaram agar tetap mempertahankan kesan sepi maupun tenang sebagaimana yang dibutuhkan oleh para pertapa namun tidak terlalu gelap agar wisatawan dapat melihat jelas.

Selanjutnya ialah area Petirtaan Kuna berukuran 12×23 m2 pada pelataran pura yang dibagi menjadi tiga buah bilik dengan 6 buah Arca yang diyakini merupakan Widyadhari dan Widyadara.

Pada bilik di Utara, terlihat 3 buah arca, pun demikian dengan bilik di Selatan, sementara 1 bilik yang terdapat ditengah hanya memiliki apik arca saja.

Dibagian ruang utama Goa Gajah sendiri, terdapat 11 ceruk dengan bentuk horizontal, Arca Dewa Ganesha di Ujung Barat, 3 Buah Lingga yang masing-masingnya dikelilingi lingga kecil di Ujung Timur, serta sebuah goa alami.

Pada Goa Alami ini, Anda akan menemukan beberapa jenis patung Budha dilengkapi dengan tebing yang telah terpahat.

Namun sayangnya, sekali lagi karena gempa bumi yang sempat melanda, sebagian besar arca terjatuh ke pinggiran sungai.

Tak hanya itu anda juga akan menemukan Arca lainnya yang menggambarkan Hariti, atau dikenal juga dengan Ratu Brayut.

Dikisahkan bahwa pada mulanya Hariti merupakan tokoh yang jahat, namun menjadi baik dan penyayang pada anak-anaknya selepas belajar ajaran Buddha.

Ditempat ini Anda juga akan melihat Arca yang dinamai sebagai Arca Pancuran, penamaannya sendiri pun bukan tanpa sebab.

Karena ditempat ini diyakini dulunya sempat terdapat kolam pemandian yang begitu sacral, namun sayangnya tertutup longsor dan harus digali kembali oleh J.L Krijgman pada 1954 untuk merestorasi.

Sementara itu area lainnya yang dinamai Tukad Pangkung, bentuknya seperti lembah pura Patapan, dengan arca Buddha di dalamnya.

Pahatan Bomha yang diukir pada batu padas dengan bentuk menjorok keluar lebih kurang 5,75 meter ini, memiliki tinggi 6,75 meter dengan lebar 8,6 meter.

Permukaan goa diberi hiasan dengan motif daun daunan, ada juga motif batu karang, motif raksasa, serta motif kera, dan babi.

Ditengah bagian tengah relief sebagaimana yang saya sebut sebelumnya, terdapat mulut goa yang lebarnya sendiri lebih kurang 1 meter dengan tinggi 2 meter.

Pahatan dari Bomha ini bila dideskripsikan merupakan sebuah muka raksasa yang tentunya menyeramkan, bermata bulat besar dengan lirikannya ke kanan.

Rambut dan alis yang terlihat kasar, berhidung besar serta bibir atas bak tengah menyeringai dengan sederetan gigi yang persis di atas lubang goa.

Pada dinding timurnya sendiri, tertulis sebuah ukiran yang kira-kira berbunyi Kumon, sementara baris selanjutnya berbunyi Sahy(w)angsa.

Setelah memasuki goa, nantinya Anda akan menemui sebuah lorong yang memiliki 2 cabang untuk ke area timur maupun barat sebagaimana bentuk dari huruf T.

Panjang dari kedua lorong itu sendiri kurang lebih 13.5 meter dengan lebar 2.75 meter serta memiliki ketinggian yang hanya sebatas 2 meter.

Selanjutnya anda akan melihat 7 buah Ceruk yang terdapat pada dinding utara, di lorong yang memiliki jalur melintang menuju barat.

Salah satunya menghadap langsung menuju jalan masuk sekaligus sebagai yang terbesar dengan tinggi yang mencapai 1,26 meter ditambah dengan kedalaman sekitar 1,35 meter, serta letaknya sendiri berada pada 0.7 meter di atas permukaan tanah.

Baca Juga;  Tahun Baru di Banjarmasin? Yuk Pergi ke 6 Tempat Paling Seru Ini

Tak hanya itu, pada bagian dalamnya anda juga akan menemukan beberapa fragmen dari arca raksasa serta fragmen dari arca Siwa terdapat fragmen arca raksasa dan fragmen arca siwa.

Selain menjadi sebuah tempat bertapa yang masih dapat kita saksikan hingga kini bekas cerukannya, Goa Gajah alias elephant cave dalam bahasa inggris ini juga memiliki panorama alam yang tak kalah indah di sekelilingnya.

Bagaimana tidak? Sebuah ancient temple yang begitu bersejarah dikelilingi dengan area persawahan, dipadu dengan indahnya ngarai dari Sungai Petanu.

Hal ini tentu membuat suasana disekitarnya kian hijau, asri dan sejuk dipandang dan yang terpenting asyik buat mengambil beberapa gambar, hahaha.

Lokasi Wisata

Naah bagi yang penasaran dengan lokasi dari Goa Gajah, Anda bisa langsung saja menuju address yakni pada Jl.Raya Goa Gajah, Desa Bedulu. Desa ini berada pada area kecamatan Blahbatuh, kab. Gianyar Bali dekat Pura Penataran Sasih.

Harga Tiket Masuk

Berkunjung ke objek wisata memang kurang afdol rasanya bila tidak sedikit mencari tahu apa saja yang ada di kawasan tersebut, fasilitas, hingga biaya entrance fee dan jam operasionalnya.

Untuk bisa berkunjung kesini, buang jauh-jauh dari pikiran anda bahwa apapun yang ada di Bali serba mahal hanya karena memiliki banyak objek yang mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Sebab di Goa Gajah ini, para pengunjung cukup mengeluarkan cost yang sangat minimum yakni hanya 15 ribuan saja untuk Dewasa serta separuh harga bagi anak-anak.

Tak hanya itu biaya parkir pun juga terjangkau yakni cukup 5 ribuan saja bagi pengguna mobil, sementara motor gratis.

Penasaran dengan jam operasional dari Goa Gajah? Well, kawasan ini buka mulai pukul 8 pagi dan sayangnya harus tutup hingga pukul 4 sore WITA saja.

Yah, mungkin inipun untuk kebaikan para pengunjung juga, mengingat cahaya ditempat itu pun begitu temaram. Lain hal bila Anda ingin bertapa, mungkin bisa langsung bertanya dengan para petugas dilapangan.

Fasilitas Yang Ada

Sebagaimana tempat wisata pada umumnya, di Goa Gajah Anda juga dapat menemukan beberapa fasilitas umum seperti toilet, penjaja makanan serta souvenir.

Yang membedakan hanyalah, Anda akan menjumpai Pura untuk bersembahyang agama Hindu serta kain yang akan diminta dikenakan sebagai bentuk menghormati tempat tersebut.

Cara Menuju Lokasi

Naah bagi yang kebetulan tengah berlibur di Bali, langsung saja berkunjung ke kawasan wisata yang bersejarah ini.

Sebagai contoh, bagi Anda yang tengah berada di kawasan Kuta bisa langsung menggunakan Jl.ByPass Ngurah Rai menuju ke Bali Bird Park.

Selepas melewati tempat tersebut terus saja ikuti jalan hingga menemui ruas pertigaan sebelum Villa Agung Raka atau Art Museum Agung Rai.

Dari situ cukup arahkan kendaraan ke kanan menuju Jl.Made Lebah, terus saja hingga menemukan RM. Sai Sundari di kiri jalan dan tujuan Anda tepat berada di seberangnya.

Sementara bagi Anda yang berada di kawasan Gianyar, untuk mudahnya cukup arahkan kendaraan menuju patokan yakni area Trekking Gunung Batur.

Dari situ tinggal mengikuti Jl.Raya Tegalarang, hingga bertemu pertigaan selepas toko elektro Paramartha.

Di pertigaan tersebut, ambil arah kiri dan ikuti jalur hingga tiba ditujuan dengan patokan yang sama seperti rute sebelumnya.

Untuk yang berada di kawasan Ubud, tentunya lebih mudah dan lebih dekat menuju ke tempat tujuan. Cukup gunakan rute Jl.Raya Ubud hingga bertemu persimpangan jalan menuju Jl.Andong dan Cok Gede dengan monument Dewa Indra di tengahnya.

Ambil rute menuju Jl.Cok Gede Rai dengan berbelok ke kanan, ikuti terus jalur tersebut hingga bertemu pertigaan yang sama seperti rute sebelumnya.

Sebenarnya, untuk mencari rute ke objek-objek wisata kini sangatlah mudah, because now everything is always about technology.

Apalagi Google Maps sendiri telah memetakan secara otomatis kawasan wisata sehingga kini cukup berbekal smartphone Anda bisa mengetahui arah yang tepat untuk tiba di tujuan.

Cukup menyediakan jaringan data, aktifkan fitur lokasi dan masuklah ke menu Google Maps, dari situ Anda bisa menggunakan titik dimana Anda berada dengan fitur My Location lalu input tujuan maka maps akan langsung mengarahkan ke rute tercepat.

Nama Mirip

Tahukah Anda bahwa nama Goa Gajah ini tak hanya dipergunakan oleh kawasan wisata yang ada di Bali ini?

Bila belum, berikut ini beberapa kawasan lain yang turut mempergunakan nama Goa Gajah yakni :

Daerah Istimewa Yogyakarta

Lokasi dengan nama serupa yang pertama rupanya ada juga di kawasan jogja, atau tepatnya di 2 kecamatan yakni Imogiri & Dlingo yang keduanya sama-sama termasuk dalam wilayah Kabupaten Bantul.

Bedanya disini ialah, masyarakat sering kali memanggilnya dengan nama Goa Gajah Mangunan yang merupakan Goa dengan panorama ray of light, yang pada kesempatan tertentu, pengunjung seolah mendapat cahaya dari surga dibawahnya.

Kabupaten Bogor

Untuk yang satu ini nampaknya sangat sulit sekali mencari informasinya, meski Goa Gajah yang katanya di Gunung Putri ini telah dipergunakan sebagai ajang untuk uji nyali dari salah satu program tv.

Baca Juga;  15 Hotel Terbaik di Kawasan Kota Manado, Harga Paling Murah Rp.337.000

Penginapan dan Wisata Terdekat

Bagi Anda yang kebetulan ingin bermalam disekitar kawasan Goa Gajah, tentunya banyak sekali pilihan di tanah para dewata ini. Beberapa pilihannya ialah :

    The Chedi Club

    Villa Dedari Ubud

    Guesthouse Bali Culture

    Omah apik

    Pangkung Sari

    Guesthouse Umah Dajane

Keenam pilihan tersebut memiliki rates serta fasilitas berbeda, namun urutan di atas telah kami susun sedemikian rupa mulai dari yang terdekat (lebih kurang 0.5 km dari Goa Gajah) hingga yang terakhir hanya 1.6 km dari Goa Gajah.

Untuk review selengkapnya, dapat Anda cek sendiri di TripAdvisor.com lengkap dengan harga serta beberapa foto dari penginapan tersebut.

Sementara bagi Anda yang masih ingin menghabiskan waktu liburan namun tak ingin jauh dari penginapan anda di kawasan Goa gajah, berikut ini beberapa pilihan tempat wisata terdekat yang diantaranya :

Wisata Wenara Wana

Nama unik, mungkin itu yang sekilas tersirat di banyak benak para calon wisatawan. Namun tahukah Anda bahwa sejatinya kawasan ini merupakan sebuah Cagar alam yang disebut sebagai Hutan Monyet Ubud yang dipadukan dengan kompleks candi.

Dengan luas area mencapai 27 hektar, kawasan ini mampu menampung lebih dari 340 monyet spesies ekor panjang serta 115 jenis pohon di dalamnya.

Todo Bali

Kawasan ini mungkin akan mengingatkan pengunjung akan sesuatu hal yang tak asing di benak mereka masing-masing.

Dimana terdapat sebuah bangunan pura dengan atap bersusun dan air di sekelilingnya sungguh merupakan panorama yang begitu indah dipandang.

Ubad Ubud Bali

Salah satu tempat belajar masakan di Bali ialah Ubad Ubud yang letaknya tak jauh dari Goa Gajah.

Ditempat ini Anda tak hanya akan mempelajari bagaimana membuat masakan yang begitu kaya rempah dengan bumbu khas Bali namun juga mempelajari racikan obat tradisional Khas Bali serta mengukir buah-buahan.

Deking Batik

Untuk Anda yang begitu menggilai Batik atau yang sekedar penasaran proses pembuatan Batik khas Bali, bisa mencoba datang ke Deking Batik untuk langsung menimba ilmu dari pak Nyoman Deking.

Sang Maestro yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun ini, tak hanya menawarkan ilmu membatik khas Bali, namun juga beragam pilihan lainnya seperti ukiran kayu, buah, maupun membuat perhiasan perak.

Tak cukup sampai disitu, pak Nyoman Deking juga memiliki kelas lainnya yakni kelas tari khas Bali serta kelas membuat Gucci alias tembikar dengan sentuhan khas Bali & masih banyak lagi yang lainnya.

Tresna Bali

Di tempat yang satu ini, pengunjung tidak hanya sekedar mempelajari bagaimana membuat menu hidangan khas Bali baik itu makanan maupun minuman saja.

Namun juga beragam keterampilan lainnya yang masih berhubungan dengan Bali serta beragam sanggar seni di dalamnya.

Jegeg Bali Cycling

Anti mainstream, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana anda akan berwisata di Jegeg Bali Cycling.

Bagaimana tidak? Anda dan rombongan akan langsung dijemput menggunakan mobil oleh guide jegeg bali lalu langsung menuju resto di kawasan kintamani untuk santap pagi seraya menikmati Gunung Batur View.

Setelah itu Anda akan langsung di ajak bermain sepeda selama lebih kurang 3 jam menelusuri bukit dan jalur pedesaan Bali bahkan hingga ke pematang sawah!

Seraya mendengar penjelasan dari Guide, Anda pun bebas meminta berhenti kapanpun untuk istirahat maupun berfoto.

Terakhir sebagai penutup, Anda akan dibawa ke salah satu rumah warga sekitar untuk mengamati keseharian warga Bali dan menyantap panganan khas Bali sebelum diantar kembali ke Hotel.

Goa RangReng Waterfall

Air terjun yang satu ini terbilang unik karena bentuknya yang tak setinggi air terjun pada umumnya, terlebih lagi hanya berupa tebing menanjak yang dialiri air dari Goa yang ada di atasnya.

Yap, tidak salah baca.. di atasnya ada sebuah goa yang menjadi nama bagi tempat wisata ini. Sayangnya goa tersebut dilarang untuk dimasuki oleh masyarakat setempat, sebab merupakan tempat yang juga disakralkan di Bali.

Bagi Anda yang penasaran, bisa saja naik ke atasnya untuk sekedar melihat seperti apa Goa tersebut.

Bentuknya cukup unik karena anda dapat melihat langsung cahaya didalamnya, yang menandakan Goa tersebut tembus di titik lainnya yang tak jauh dari kawasan air terjun tersebut.

Di air terjun ini kamu juga akan menemukan sebuah mata air yang biasa dipergunakan untuk bersuci saat upacara adat, untuk membersihkan tubuh.

Air terjun Tegenungan

Salah satu destinasi yang tak boleh luput saat di Bali ialah Air terjun Tegenungan, bagaimana tidak? Air terjun setinggi lebih kurang 15 meter ini tampak begitu jernih serta memiliki debit air yang begitu deras mirip-mirip Niagara diluar sana.

Bagaimana? Tertarik untuk berkunjung ke Goa Gajah dengan segala kebudayaan & sejarah yang tersimpan di dalamnya?

Atau ingin menikmati beragam kawasan wisata disekitar Goa Gajah? Banyak banget kan pilihannya? yuk visit Bali.