Bisnis  

PBB Dukung Penuh Presidensi G20 Indonesia

Avatar
PBB Dukung Penuh Presidensi G20 Indonesia

www.daytekno.com – JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku mendukung penuh dan bersedia menyuarakan kepentingan Presidensi G20 Indonesia. Ia juga menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan atas berbagai tantangan global yang terjadi dalam masa kepemimpinan Indonesia pada G20, seperti instabilitas geopolitik dunia, krisis multidimensi, dan proses pemulihan pascapandemi Covid-19.

“Kami mendukung penuh dan bersedia menyuarakan kepentingan Presidensi G20 Indonesia, untuk keberhasilan penyelenggaraan KTT di Bali,” tegas Guterres dalam pertemuan bilateral secara tatap muka dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Markas Besar PBB, New York, Rabu (26/10). Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Wakil Tetap/Dubes RI New York, beserta delegasi Indonesia.

Selain perkembangan persiapan penyelenggaraan KTT G20 di Bali, pertemuan juga membahas berbagai dinamika geopolitik dan geoekonomi, serta dampak krisis global. Sekjen PBB pun menyempatkan diri untuk menyampaikan perkembangan di berbagai sektor mencakup keuangan, perubahan klim, emerging economies dan transisi energi, dimana Indonesia juga terlibat di dalamnya.

Guterres juga meminta dukungan Indonesia dan negara berkembang besar lainnya seperti Brasil, India, dan Afrika Selatan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi dampak perubahan iklim (climate change). Selama ini, PBB telah menjalin komunikasi dan memberikan dukungan terhadap isu climate change, dan kedepannya siap memperdalam kolaborasi dengan G20 pada isu penting ini.

Sedangkan Airlangga, memaparkan berbagai perkembangan penting dalam pertemuan G20 selama ini. “Indonesia berkomitmen dalam memperjuangkan ketiga agenda utama G20 tahun ini yakni global health architecture, digital economy transformation, serta energy transition,” papar Airlangga.

Menurut dia, komitmen negara-negara G20 dalam Financial Intermediary Fund untuk pandemic prevention, preparedness, and response (PPPR) diwujudkan melalui peningkatan alokasi pendanaan. “Di dalam negeri, Indonesia telah memprioritaskan agenda transisi energi dengan mengejar berbagai program seperti dekarbonisasi melalui coal-phase out, hydro power plant serta penjajakan kerja sama Carbon-Capture Utilization Storage (CCUS),” imbuh Airlangga.

Baca Juga;  Sukses Berbisnis Lewat Via TikTok, Intip Strateginya

Ketahanan Pangan RI

Dalam pembicaraan menyangkut krisis global, Airlangga menyampaikan bahwa ketahanan pangan Indonesia dinilai relatif kuat dengan adanya surplus produksi pangan dan ketersediaan pupuk untuk ke depan. Terkait konflik di Ukraina, disrupsi pangan, dan produk pertanian global, ia menyampaikan apresiasi atas upaya Sekjen PBB dalam pembentukan Global Crisis Response Group (GCRG) dan Black Sea Initiatives.

Perjanjian tersebut, lanjut Airlangga akan berlangsung selama 120 hari dari Juli 2022 dan akan berakhir pada bulan November ini. “Pemerintah Indonesia mendukung perpanjangan Black Sea Initiatives hingga melampaui November 2022,” ungkap Menko Airlangga.

Menanggapi dukungan perpanjangan dari Indonesia, Sekjen PBB menyatakan, perpanjangan durasi perjanjian Black Sea Initiatives masih dibicarakan bersama dengan semua pihak, namun PBB optimistis bahwa pihak yang terlibat akan menyetujui hal ini, dan berharap perpanjangan perjanjian tersebut dapat diumumkan segera.

“Dampak sanksi dunia terhadap sistem perbankan dinilai masih menjadi hambatan bagi ekspor komoditi produk pertanian seperti gandum dan juga bahan baku pupuk,” ujar Guterres. Dalam menghadapi krisis pada sektor keuangan, disebutkan bahwa agenda debt relief termasuk debt reduction masih terus diperjuangkan dan tengah mencari kata sepakat dalam Forum G20.

Sebelum menutup pembicaraan, Airlangga menyampaikan pentingnya capaian penyelenggaraan KTT G20, dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari negara-negara G20. Kondisi geopolitik dunia menjadi dinamika tersendiri dalam menyatukan visi negara-negara G20. Menanggapi hal tersebut, Sekjen PBB siap membantu menyuarakan kepentingan Presidensi G20 Indonesia untuk dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat global.