Wisata  

Pura Taman Ayun Temple Bali

Avatar
Pura Taman Ayun Temple Bali

www.daytekno.com – Lokasi: Pura Taman Ayun Temple, Desa Mengwi, Kabupaten Badung, BaliJam Buka: 08.00 – 18.00Map: Klik DisiniEntrance Dee: Rp.7. 500 Child/Anak Anak, Rp.10.000 Dewasa per Orang, Rp.20.000 (Mancanegara)

Pulau Bali beroleh julukan sebagai Pulau dengan seribu Pura, Pulau yang dihuni dan didominasi oleh umat Hindu.

Pulau Bali memiliki banyak Pura yang bisa menjadi opsi alternatif bagi banyak wisatawan untuk dikunjungi ketika berlibur ke Bali.

Ada beberapa Pura di Bali yang menjadi objek wisata bagi wisatawan domestik maupun manca negara, Pura Tirta Empul, Pura Gung Kawi, Pura Pengulun Titi Tukad Ayung, dan Pura Taman Ayun.

Dari sekian banyaknya Pura Taman Ayun adalah salah satu pura tertua di Bali yang memiliki nilai sejarah. Lokasinya kira-kira 18 km dari arah timur kota Denpasar.

Pura ini begitu menawan dan cantik, sesuai sih dengan namanya yang dalam bahasa lokal berarti “pura di taman yang indah”.

Pura Taman Ayun juga memiliki nilai sejarah karena merupakan salah satu peninggalan sebuah kerajaan yang berada di Bali.

Pada tahun 2002 pemerintah daerah Bali mengusulkan kepada UNESCO agar pura ini dimasukkan dalam jajaran World Heritage List yang menjadi warisan sejarah dunia.

Pura Taman Ayun, merupakan pura air yang paling besar di Bali, memiliki arsitektur paling terkenal.

Bangunan kuno ini sebagai contoh ekspansi penuh dari sistem pengelolaan air yang disebut “subak” di bawah pemerintahan kerajaan Bali pada abad ke-19 dan akhirnya telah mendapat pengakuan dari UNESCO pada tahun 2012.

Sudah banyak situs di internet atau makalah-makalah yang melakukan review dan deskripsi terhadap Pura terkenal ini, seperti Wikipedia.

Dalam sejarah Kerajaan Bali abad 16 Masehi, ada seorang Raja bernama I Gusti Agung Putu, pada tahun 1556 Saka (1634 M) Ia membangun sebuah Pura ibu (Paibon) bagi kerajaannya, kerajaan Mengwi.

Pura tersebut adalah Pura Taman Ayun merupakan Pura lbu (Paibon) bagi kerajaan Mengwi. Pada mulanya pura tersebut dinamakan Taman Genter.

Ketika kerajaan Mengwi semakin berjaya dan berkembang, maka sang raja memindahkan Taman Genter ke daerah timur kerajaan Mengwi dan mengembangkan bangunan tersebut.

Pura tersebut diresmikan sebagai Pura Taman Ayun tepat pada hari Selasa Kliwon-Medangsia pada bulan keempat tahun 1556 Saka.

Sampai saat ini setiap hari Selasa Kliwon wuku Medangsia menurut penanggalan umat Hindu, di pura ini diselenggarakan upacara (piodalan) untuk mengingat hari kelahiran pura tersebut. Dari sinilah asal-usul pura yang terkenal di Bali tersebut berasal.

Seiring semakin dikenalnya pura terbesar di Bali tersebut, Pura Taman Ayun telah beberapa kali telah diperbaiki.

Pada tahun 1937 pura tersebut diperbaiki, kemudian di tahun 1949 dilakukan perbaikan “kori agung” (salah satu tempat bagi wisatawan untuk mengabadikan kunjungan mereka dalam gambar foto).

Lalu diperbaiki juga gapura bentar, dan pembuatan “wantilan (great hall)” yang besar. Pada tahun 1972 dan tahun 1976 kemudian dilakukan perbaikan kembali.

Baca Juga;  Farm House Susu Lembang, Wisata Bermain dan Edukasi Hits di Bandung

Gambaran Kompleks

Pura Taman Ayun menempati lahan seluas 4 hektare, tersusun atas pelataran luar dan tiga pelataran dalam, yang makin ke dalam makin tinggi letaknya.

Taman ini memiliki tiga bagian utama yaitu bagian luar (Nista Mandala), bagian dalam (Mandya Mandala), dan bagian inti ialah (Utama Mandala).

Pura ini dikelilingi oleh saluran air pada sisi luarnya dengan lebar sekitar lima meter. Untuk memasuki bagian dalamnya, tersedia sebuah jembatan yang diujungnya terdapat gapura Bentar.

Gapura tersebut merupakan jalan masuk utama ke pelataran, dan dikelilingi oleh pagar batu. Di depan gapura terdapat sepasang arca raksasa sebagai simbol penjaga.

Di sebelah kiri jalan masuk, terdapat bangunan rumah kecil penjaga. Di halaman pertama ini tersebut terdapat sebuah wantilan (semacam pendapa).

Kemudian pelataran dalam pertama pengunjung akan melewati jalan menuju gapura yang merupakan pintu ke pelataran dalam yang kedua.

Di sisi barat daya terdapat bale bundar atau bale bengong, yang merupakan rest area, dari lokasi ini pengunjung dapat menikmati keindahan pura.

Di dekat bale bundar terdapat sebuah kolam teratai dan di tengahnya ada sebuah tugu yang memancurkan air ke delapan arah mata angin. Di bagian timur ada sekumpulan pura kecil yang disebut Pura Luhuring Purnama.

Kemudian masuk dalam pelataran kedua yang posisinya lebih tinggi daripada pelataran pertama.

Di seberang gerbang terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai pembatas, dihiasi dengan relief gambar 9 dewa penjaga arah mata angin.

Di sebelah timur pelataran kedua terdapat sebuah pura kecil, Pura Dalem Bekak. Di sebelah barat terdapat balai atau menara Kulkul yang atapnya menjulang tinggi.

Pelataran yang tertinggi dan merupakan pelataran yang dianggap paling suci oleh masyarakat adalah pelataran dalam ketiga atau bagian inti. Pintu utama dalam pelataran ini, disebut dengan pintu gelung.

Uniknya, pintu gelung ini hanya dibuka pada saat piodalan. Di sebelah kiri dan kanan pintu terdapat gerbang yang digunakan untuk keluar masuknya orang-orang yang melaksanakan kegiatan sembahyang sehari-hari di pura tersebut.

Di pelataran ini terdapat beberpa Candi, Meru, Gedong, Padma, Padmasana, Rong Telu, dan ornamen keagamaan lainnya.

Daya Tarik

Daya tarik pura ini sudah sangat terkenal di kawasan Asia Tenggara, bahkan tak jarang situs-situs luar seperti pantip.com memasukannya dalam jajaran kawasan wisata terindah yang layak untuk dikunjungi.

Beberapa bangunan utama yang ada di denah lokasi Pura Taman Ayun, yang yang menjadi daya tarik kawasan Pura Taman Ayun adalah sebagai berikut:

    Wantilan (Great Hall) di Pura Taman Ayun

Di kompleks Pura Taman Ayun terdapat sebuah pendapa besar atau juga disebut “wantilan”, sebuah bangunan berbentuk persegi dengan arsitektur tradisional.

Wantilan, sebuah bangunan serbaguna untuk menampung berbagai aktivitas warga Mengwi.

Bangunan Ini memiliki fungsi utama sebagai tempat pertemuan (Balai Pertemuan), pertunjukan tari, dan acara budaya setempat, dan juga sebagai tempat untuk “Tabuh Rah” atau sabung ayam.

Baca Juga;  10 Agen Travel Jakarta – Solo Dengan Harga Termurah Rp.160.000

Pembangunan gedung ini didukung oleh empat pilar utama. Selain itu, juga mengandung 12 atau lebih pilar pendukung di sekitar tiang utama. Sisi keempat bangunan adalah open-plan dan memiliki struktur atap yang tumpang tindih

    Bale Kulkul (Bell Tower)

Bangunan kedua yang terdapat di dalam Taman adalah Bale Kulkul atau menara lonceng. Bale kulkul adalah menara yang menggantungkan sebuah lonceng kayu berbentuk silinder atau disebut “kulkul”.

Fungsinya untuk menyampaikan pesan khusus kepada penduduk di sekitar pura, mirip kentongan kalau di tempat lain.

Kulkul ini merupakan media komunikasi tradisional dalam kegiatan masyarakat di Bali. Suara Kulkul yang khas memiliki makna yang erat dengan kegiatan masyarakat, Kulkul merupakan kode suara yang bisa diterjemahkan oleh telinga penduduk sekitar.

Arti pesan tersebut seperti pertanda pertemuan rutin, menandai penyebaran petugas piodalan selama upacara, dan bisa juga memberikan tanda terjadinya fenomena alam.

Bale Kulkul umumnya berada di sudut pertigaan dan persimpangan persimpangan jalan. Bale Kulkul juga hadir dengan ukiran (sculpture) dan ornamen lainnya di setiap tingkat dengan maknanya sendiri.

    Pura di Dalam

Keunikan yang paling banyak dicari oleh pengunjung Pura adalah Pura Ayun. Pura atau Meru memiliki atap yang berbentuk tumpang tindih hingga 11 atap. Setiap meru memiliki fungsi dan tujuan tersendiri.

Bangunan ini dikelilingi oleh saluran irigasi yang luas dan pemandangan yang tertata begitu indah. Suasana yang luas, tenang, dan nyaman.

Pura suci ini menawarkan kepada pengunjung sebuah gaya arsitektur tradisional Bali megah yang tergambarkan di pura suci dengan ornamen atap tumpang tindih dan aliran air bersih.

Rute Menuju Lokasi

Transportasi umum untuk ke sana sangatlah terbatas. Kebanyakan dengan memakai kendaraan pribadi atau menyewa.

Untuk sampai ke lokasi pura tersebut tidaklah memakan waktu lama. Pengunjung dapat mengakses tempat ini langsung dengan rute mudah, dari arah Bandara Internasional Ngurah Rai, sekitar 30 Kilometer atau sekitar 1 jam perjalanan.

Bisa juga dicapai dari Kota Denpasar yang berjarak sekitar 17 kilometer atau 30 menit.

Para pengunjung biasanya tidak menghabiskan waktu lama di pura tersebut, pengunjung biasanya akan menghabiskan waktu paling lama 1 jam saja di pura ini.

Mengapa demikian? Karena Pura ini bukanlah lokasi yang menjadi tujuan utama para wisatawan di Pulau Dewata Bali.

Di tempat ini wisatawan biasanya hanya singgah sebentar dalam perjalanan menuju tempat wisata Bali selain di kawasan tengah dan utara, seperti Bedugul atau pantai di pesisir Utara Bali, Kota Singaraja, Pantai Lovina, Pemuteran dan Pulau Menjangan.

Kondisi Wilayah

Karena letak geografisnya, kawasan Pura Taman Ayun memiliki iklim yang cukup unik. Tingkat kelembaban di daerah ini sangat tinggi.

Curah hujan tinggi, Mengwi memiliki musim hujan yang dimulai dari bulan November berlanjut sampai bulan Juli. Kemudian musim kemarau berlangsung dari bulan Agustus sampai Oktober.

Baca Juga;  10 Burung Murai Termahal Beserta Harganya

Maka bulan November menjadi titik balik menuju musim hujan. Curah Hujan yang tinggi dari bulan Desember berlanjut hingga bulan Maret. Sobat bisa memperkirakan sendiri nih waktu kalau mau berkunjung ke sana.

Pura yang menakjubkan ini adalah rumah berbagai macam pepohonan tropis yang menaungi taman.

Air mancur yang berada memiliki sembilan jet air, satu di tengah dan delapan lainnya menghadap ke delapan arah angin juga tak kalah menariknya.

Ada juga fasilitas “Bale Bengong” yang tersedia sebagai tempat berteduh bagi pengunjung sambil menikmati keindahan arsitektur taman.

Fasilitas Yang Ada

Obyek wisata ini juga dilengkapi beberapa fasilitas sebagai penunjang sebagai beriku:.

    Terdapat beberapa pilihan penginapan di sekitar kawasan tersebut yang bervariasi tarifnya.

    Terdapat warung makan dan restaurant yang asik buat ‘lunch’ rame-rame maupun sendiri.

    Tersedia area parkir yang luas

    Kamar Mandi yang bersih

    Di bagian belakang kawasan pura tersedia area yang digunakan untuk foto/taking photos, dengan latar belakang bangunan.

    Selain itu tersedia kursi untuk tempat bersantai dan beristirahat di bagian belakang pura, area ini cukup luas, nyaman sekali untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

    Jika pengunjung ingin melihat Upacara Piodalan, akan dilakukan setiap 210 hari sekali pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia (6 bulan penganggalan Bali).

    Terdapat beberapa pedagang di sekitar kawasan pura yang menjual pernak-pernik souvenir.

Saran dan Tips

Rekan-rekan, perlu dicatat juga karena ada suatu peraturan khusus ketika mengunjungi Pura Taman Ayun. Pengunjung hanya bisa mengelilingi bagian luar tembok Utama Mandala, dan tidak boleh masuk ke bagian dalam atau jeroan.

Tapi, dari bagian luar inipun, pengunjung sudah bisa melihat dengan jelas kegiatan di dalam pura. Beberapa saran lain ketika mengunjungi Pura Taman Ayun, yaitu:

    Karena kawasan Mengwi- Badung memiliki curah hujan yang tinggi, sebaiknya sebelum menuju ke Pura Taman Ayun, pantaulah terlebih dahulu cuaca supaya bisa menikmati liburan dengan nyaman.

    Persiapkan keperluan atau logistik yang Anda perlukan, contohnya seperti bekal, air minum dan kamera untuk mengabadikan moment berharga bersama keluarga Anda maupun teman-teman Anda.

    Bawalah juga perlengkapan medis sederhana (misal: sabun cair, tissue, obat-obatan, antiseptik). Siapkanlah fisik Anda terlebih dahulu juga kendaraan supaya tidak menghalangi liburan.

    Jagalah kenyamanan selama di dalam kawasan pura, jagalah kebersihan, dan benda-benda yang ada di dalam kawasan pura

    Berlakulah sopan dan hormatilah jika ada orang-orang yang sedang melakukan ibadah.

Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Bali adalah salah satu pura terindah di Bali yang diakui oleh dunia dunia, dengan gaya arsitektur kuno khas hindu yang begitu megah.

Keindahan lingkungan, suara aliran air, dan rindangnya pepohonan yang memberikan kesan suci, nilainya bukan hanya indah tetapi juga bersejarah.

Kawasan ini dijaga dengan baik sejak lama, mari turut menjaga dan menikmati kawasan wisata yang masuk dalam jajaran World Heritage List ini. Selamat menjelajah!