Transmisi CVT adalah Transmisi Otomatis, Benar atau Salah?

Avatar
Transmisi CVT adalah Transmisi Otomatis, Benar atau Salah?

www.daytekno.com

Telah banyak mobil baru dengan transmisi CVT diperkenalkan oleh pabrikan mobil di Tanah Air. Mobil bertransmisi CVT disebut memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan transmisi otomatis biasa. Namun apakah transmisi CVT adalah bagian dari transmisi otomatis? Dilihat dari sistem kerjanya, keduanya bisa dibilang berjalan seiringan.

Secara teknis, memang benar jika transmisi CVT adalah jenis transmisi otomatis. Jadi mobil CVT adalah mobil bertransmisi matic. Namun CVT berbeda dengan transmisi otomatis tradisional karena perbedaan rasio roda gigi yang tak terbatas. Dan Cintamobil,com akan jelaskan mengenai salah satu transmisi terpopuler saat ini.

CVT adalah teknologi baru?

Anehnya, CVT bukanlah ide baru dalam perkembangan sistem teknologi. Pada awal abad ke-16, Leonardo da Vinci membuat sketsa gambar yang tampaknya menggambarkan teknologi ini. Versi awal CVT merupakan komponen pada mobil pertama, dipatenkan oleh Karl Benz pada tahun 1886 silam.

Transmisi CVT pernah terlihat dalam catatan milik Leonardo da Vinci

Dalam perkembangannya, meskipun transmisi ini kurang disukai oleh pengguna mobil sejak awal, teknologi ini telah banyak digunakan selama lebih dari satu abad dalam aplikasi industri. Contohnya pada mesin bor dan mesin bubut untuk padi. Baru-baru ini, transmisi CVT pun digunakan pada perahu pribadi hingga mobil salju.

Teknologi CVT digunakan pad amobil modern ketika produsen otomotif mulai mencari cara untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pada mobil tahun 1989, Subaru memperkenalkan CVT otomotif modern pertama di Amerika melalui mobil subkompak Subaru Justy. Pembuat mobil lain mulai mengembangkan teknologi CVT sendiri sepanjang tahun 1990-an.

Subaru Justry merupakan pemakai CVT pertama untuk mobil modern

Sejak itu, material yang dipakai ditingkatkan. Seperti sabuk berkekuatan tinggi, sistem hidraulik canggih, serta sensor berkecepatan tinggi dan mikroprosesor yang bertanggung jawab atas pertumbuhan penggunaan transmisi CVT dalam dunia otomotif. Dan hingga saat ini, bahan-bahan baru dan inovasi lain memungkinkan untuk merancang CVT yang lebih kecil dan murah untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Baca Juga;  Cukup Krusial, Kapan Mobil Harus Dicuci Pasca Treatment Nano Ceramic?

Cara kerja transmisi CVT

Selama beberapa dekade, tiga atau empat gigi dianggap cukup untuk transmisi mobil. Faktanya, banyak otomatisasi awal hanya memiliki dua kecepatan. Saat ini, bahkan transmisi otomatis mampu memberikan delapan, sembilan, bahkan 10-percepatan. Berikut gambaran cara kerja transmisi CVT melalui sistem Xtronic CVT milik Nissan.

Secara umum, semakin banyak roda gigi dalam suatu transmisi, semakin baik dalam mengoptimalkan kecepatan mesin dalam berbagai kondisi berkendara. Gigi rendah dapat memberikan akselerasi yang lebih baik sementara roda gigi yang lebih tinggi dapat memaksimalkan penghematan bahan bakar.

Transmisi CVT berbeda dengan transmisi otomatis tradisional karena tidak memiliki roda gigi konvensional. CVT memiliki banyak mikroprosesor dan sensor. Tetapi tekanan hidrolik, pegas, dan gaya sentrifugal digunakan dalam menciptakan gaya yang diperlukan untuk menyesuaikan dua katrol menjadi kunci cara kerja transmisi CVT.

Kedua katrol dikenal sebagai katrol “Input” penggerak dan katrol “output” yang digerakkan. Katrol penggeral terhubung ke poros engkol mesin. Katrol penggerak disebut juga katrol input yang menjadi tempat masukknya energi dari mesin ke transmisi. Katrol output disebut juga sebagai katrol keluaran karena mentransfer energi ke poros penggerak.

Transmisi CVT memiliki dua katrol yan saling berhubungan

Meskipun ada beberapa variasi CVT, katrol pada sebagian besar mobil penumpang sejajar dengan ujung runcing. Satu sisi katrol mulai bergerak oleh silinder hidrolik sehingga menggerakkan katrol lainnya. Silinder bisa menambah atau mengurangi jumlah ruang antara kedua sisi katrol. Memungkinkan sabuk menjadi lebih rendah atau tinggi di sepanjang dinding katrol. Perpindahan ini tergantung pada kondisi berkendara dan berkaitan dengan ‘gigi’ yang digunakan.

Keunggulan dan kelemahan CVT

Keunggulan transmisi CVT adalah sifatnya yang menciptakan rasio gir yang tak terbatas. Karena itu, CVT dapat bekerja untuk menjaga mesin dalam daya optimalnya, meningkatkan efisiensi dan jarak tempuh bahan bakar dengan memberikan transisi mulus yang tak terbatas dari ‘gigi’ rendah ke tinggi. Menurut EPA (Evironmental Protection Agency) Amerika, CVT memiliki efisiensi 6% lebih baik dibandingkan transmisi otomatis konvensional.

Baca Juga;  Tol Trans Jawa Berpotensi Membuat Mobil Boros Bahan Bakar?

Salah satu contoh mobil CVT adalah Honda Brio RS CVT

Namun ada pula kekurangannya, dan yang paling signifikan adalah tekanan pada akselerator dan rpm pada mesin. Selain itu, CVT yang digerakkan oleh sabuk sering memberikan torsi yang lebih sedikit dibandingkan transmisi otomatis. Bahkan tak banyak yang mengeluhkan transmisi jenis ini cepat aus karena banyaknya gesekan yang terjadi pada sabuk dan komponen lainnya.

Masih banyak pro dan kontra mengenai transmisi otomatis yang digunakan pada beberapa kendaraan baru saat ini. Tapi bisa dibilang teknologi CVT adalah cara terbaik untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan transmisi otomatis konvensional. Namun pastikan untuk selalu memilih transmisi yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda.