www.daytekno.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/02/26/6kDubyiR/tips-cairan-berbahaya1-9826.jpg”>

1. Minyak Rem

Fluida dalam sistem rem di mobil ternyata menyimpan potensi yang tinggi sebagai cairan berbahaya perusak cat mobil. Bila terkena olehnya, cat dapat mengelupas hingga timbul risiko karat atau korosi. Jika sampai tumpah, sesegera mungkin siram dengan air ke bagian cat yang terkena minyak rem. Namun sebelum menyiramnya, Anda perlu memperhatikan bahwa penutup reservoir minyak rem telah tertutup rapat sehingga air tidak mungkin masuk, sebab bila tidak, minyak rem perlu dikurasi kembali.

Hati-hati ketika menambahkan minyak rem karena berbahaya untuk cat mobil

2. Oli Mesin

Anda perlu berhati-hati ketika mengisi atau menambahkan oli melalui lubang pengisian di bagian atas mesin. Posisi lubang pengisian oli mesin yang dekat dengan lubang busi, memungkinkan cecerannya menganggu sistem pengapian dan ini termasuk dalam cairan berbahaya. Akibatnya gejala mesin tersendat atau sulit dinyalakan kerap terjadi. Apalagi pada mesin mobil modern yang biasanya tertutup oleh cover plastik sehingga lebih sulit untuk dideteksi apakah ada oli yang tercecer atau tidak. Cover mesin ini juga membuat pembersihan ceceran oli jadi lebih sulit.

Posisi pengisian oli mesin yang dekat busi bisa berbahaya untuk mesin bila ketumpahan

3. Pembersih Jamur Kaca

Di pasaran saat ini banyak beredar obat pembersih jamur kaca mobil. Namun penghilang jamur yang seharusnya berfungsi menghilangkan bercak di permukaan kaca, justru menimbulkan noda permanen bila tidak diseka dengan bersih. Selain itu, cairan ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Jadi berhati-hatilah menggunakannya karena pembersih jamur kaca termasuk dalam cairan berbahaya.

Baca Juga;  Ingin Laju Mobil Lebih Dinamis? Simak Cara Mengatur Caster Berikut Ini

Walaupun fungsinya untuk merawat kaca, tapi bila masih tersisa pada kaca bisa menjadi noda

4. Air Aki

Konsentrat asam yang tinggi pada cairan elektrolit aki bisa menyebabkan korosi bila terkena logam. Tak heran jika beberapa produsen aki merancang sistem sirkulasi uap air aki dengan menggunakan slang. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan penyebaran kandungan asam di ruang mesin. Bila aki terjadi overcharge atau elemen di dalam aki rusak dan menimbulkan hubungan pendek, maka suhu aki pun meningkat dan menyebabkan penguapan cairan elektrolit aki menjadi tinggi. Hal inilah yang menyebabkan bagian bodi di sekitar aki menjadi rentan korosi dan membuatnya menjadi cairan berbahaya.

Air aki yang menguap bisa berbahaya untuk cat mobil karena menimbulkan karat

5. Deterjen

Deterjen seing digunakan untuk mencuci pelek atau ban mobil. Tapi tidak sedikit tempat pencucian mobil yang menggunakannya saat membersihkan bodi. Masalahnya, kandungan deterjen dapat merusak lapisan pelindung cat mobil, memudarkan warna cat dan membentuk noda. Gunakanlah sampo khusus mobil yang memiliki pH seimbang karena sampo khusus mobil tidak termasuk dalam cairan berbahaya.

Zat kimia pada deterjen bisa membahayakan cat mobil Anda bila digunakan untuk mencuci

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

0
Bagikan:
x