www.daytekno.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/12/23/f8286LtF/tyre-pressure-checking-12cc.png”>

Tekanan angin ban perlu dicek secara berkala

Sebagai salah satu bagian paling penting pada mobil, kondisi ban tidak boleh diabaikan mulai dari kondisi fisik ban, waktu pemakaian hingga tekanan angin dan yang lain. Semua harus dipastikan dalam kondisi terbaik agar memberikan kenyaman bagi para penumpang di dalam mobil.

Masalah pengisian angin ban, tidak sedikit yang masih mengandalkan feeling dengan menekan-nekan dinding ban. Bukan tanpa alasan perilaku ini sebaiknya dihindari. Tanpa menggunakan alat ukur ada kemungkinan tekanan angin ban bakal lebih besar dari anjuran pabrik. Dengan tekanan angin ban berlebihan, ada risiko yang bakal dihadapi pengendara diantaranya sebagai berikut:

1. Bantingan terasa keras

Seperti dituturkan Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, Zulpata Zaenal, tekanan angin ban berlebihan membuat dinding ban semakin kaku yang berefek berkurangnya kenyamanan saat berkendara. “Kalau ban diisi lebih tinggi dari tekanan angin yang direkomendasikan pabrikan, misalkan 5-10 psi lebih banyak, ban akan terasa lebih keras bantingannya, karena dinding ban samping jadi kaku,” tutur Zaenal belum lama ini.

2. Pengendalian cenderung liar

Dengan tekanan angin ban berlebihan pengendalian terhadap kendaraan jadi lebih sulit dibanding tekanan angin ban standar. Baik di lintasan basah dan kering, performa pengereman menurun sebab kehilangan daya cengkeram. Hal ini tentu berbahaya sebab berpotensi bisa memicu kecelakaan beruntun. Selain pengereman kurang maksimal, kehilangan daya cengkeram membuat ban mudah selip saat melewati jalanan licin atan basah.

Tekanan angin ban berlebihan membuat mobil cenderung liar dan lebih susah dikendalikan

Baca Juga;  Tips Mengenali Ciri Mekanik Bengkel yang Curang

3. Ban cepat aus di bagian tengah

Karena terlalu keras bagian ban yang menapak ke jalanan jadi tidak merata atau hanya di bagian tengah. Hal ini mengakibatkan bagian tengah ban lebih cepat aus dibanding bagian kiri dan kanan.

4. Resiko ban meledak

Potensi bahaya besar ini sangat mungkin terjadi kalau tekanan angin ban berlebihan sangat besar. Misal jika patokan standar maksimum tekanan di angka 33 psi, lalu ban diisi dengan tekanan angin hingga 60 psi. Dalam situasi tertentu seperti menghantam keras polisi tidur atau bebatuan di jalan, risiko ban meledak jadi sangat besar. Tapi kalau lebihan tekanan angin hanya sekitar 5-10 psi risiko ban meledak hampir tidak mungkin.

Satu sisi, tekanan angin ban yang sedikit lebih besar dari standar memberikan kestabilan lebih baik saat melaju di jalanan kering. Namun, dampak buruknya tetap lebih besar. Jadi, Sebaiknya Anda menghindarinya sebab lebih banyak sisi buruk yang bakal Anda rasakan saat Anda berkendara ketimbang sisi baiknya. Ikuti selalu rekomendasi dari pabrik terkait seberapa besar tekanan angin ban yang dibutuhkan.

Tekanan angin ban berbeda antara satu mobil dengan yang lain, ikuti petunjuknya

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://www.daytekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://www.daytekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

0
Bagikan:
x